SEARCH
Shop by Categories
Our Network Links

We are one of the leading national distributor of automotive accessories in Indonesia with over than 30 years of experience. We are located in West Jakarta, Green Ville area. ... readmore

NEWS
Berhentilah Saat Lampu Kuning Menyala. - 15/04/2011
Pengguna jalan itu bukan hanya satu, dua atau tiga orang. Belasan, puluhan, bahkan ratusan orang yang duduk di atas mesin dilengkapi kemampuan melaju dengan kecepatan tinggi, sama-sama berhak melintas di atas jalan yang sama. Karena itu, perlu pengaturan agar tidak terjadi benturan atau tabrakan.

Apalagi di persimpangan jalan, yang menjadi lintasan pengendara-pengendara dari arah yang saling berlawanan. Salah satu teknologi yang diaplikasikan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah traffic light (lampu merah). Bila merah menyala, pertanda pengendara harus berhenti. Hijau, artinya pengendara boleh lewat. Kuning, maksudnya hati-hati atau bersiap-siap. Entah bersiap-siap untuk berhenti, maupun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan.

Tetapi, inilah celakanya. Ada persepsi keliru yang sangat berpotensi mengundang bahaya di jalanan. Sebagian pengendara agak "nyeleneh" dalam menafsirkan traffic light. Terutama, bila traffic light baru saja berganti dari warna hijau ke kuning. Saat itu, seharusnya mereka menurunkan kecepatan dan berhenti di belakang garis putih. Yang dilakukan justru sebaliknya: tancap gas lebih dalam agar kecepatan bertambah dan kendaraan bisa melintasi persimpangan dengan secepat mungkin. Pertimbangan mereka begini: karena baru berwarna kuning, masih ada sepersekian detik kesempatan untuk melintas. Memang, ada selisih sekitar 4-5 detik di setiap pergantian dari lampu hijau pada satu sisi, dengan lampu hijau di sisi lain. Cukup aman bila pengendara dari sisi yang lain benar-benar berhenti. Persoalannya, bagaimana jika persepsi keliru itu juga dipraktekkan oleh pengendara di sisi yang berlawanan?

Dengan pertimbangan bahwa lampu merah akan segera berakhir, dia bukan bersiap-siap, tapi langsung tancap gas. Bagaimana pula bila kebetulan ada pengendara yang nekat menerabas lampu merah? Akibatnya tentu fatal. Akan terjadi tabrakan keras yang melibatkan dua pengendara dengan tindakan salah di tengah-tengah persimpangan. Gawat kan? Maka, tertiblah berlalu lintas.

Hilangkan persepsi yang keliru seperti di atas. Meskipun tidak dilarang melintas, lampu kuning juga merupakan informasi bahwa kendaraan yang kita kemudikan harus berada dalam kecepatan yang rendah. Di samping berguna bagi keselamatan kita maupun pengguna jalan, tertib berlalu lintas juga menjadi salah satu bukti tentang peran serta pengendara yang sangat ampuh dalam membantu mengurangi potensi terjadinya kemacetan di jalan raya.

Sumber : liputan6.com

Rokok Baik untuk Hilangkan Jamur Kaca Mobil - 14/04/2011
Rokok berbahaya bagi kesehatan manusia, tapi tidak bagi mobil Anda. Lho kok? Ya, mungkin tak banyak orang tahu bahwa tembakau yang ada dalam rokok itu ternyata bisa untuk menghilangkan jamur di kaca mobil. Mau coba?

Caranya mudah saja. Pertama, siapkan sejumlah batang rokok, tentu yang masih baru, lalu pisahkan tembakaunya. Tembakau itu kemudian direndam di dalam air bersih kurang lebih 10 menit, sampai air berubah warga kuning kecoklatan.

Ambillah tembakau yang telah direndam itu lalu gosokkan ke permukaan kaca mobil secara perlahan dengan gerakkan memutar searah jarum jam. Setelah itu bilaslah dengan air bersih, maka kaca mobil anda akan terlihat bedanya. Lebih jernih karena jamurnya hilang. Jika jamur masih ditemukan, langkah tadi bisa diulang kembali, sampai jamurnya benar-benar hilang.

Mungkin hasilnya tak semaksimal jika dibawa ke salom mobil dengan dengan bahan-bahan pembersih kimia. Tapi setidaknya menggunakan tembakau akan lebih murah, dan mungkin bisa mengurangi konsumsi rokok Anda.

Sumber : liputan6.com

Meski Haus, Jangan Sembarang Minum di dalam mobil Saat Nyetir - 13/04/2011
Dehidrasi atau kondisi tubuh yang kekurangan cairan bisa menimpa siapa saja. Termasuk para pengendara, karena harus mengerahkan seluruh panca indera dan mengeluarkan tenaga untuk mengoperasikan serta mengendalikan mobil di jalan raya. Namun, meski merasa haus jangan asal minum, karena konsentrasi berkendara bisa terganggu dan akibatnya bisa fatal.

Karena kebutuhan untuk minum saat berkendara, mobil-mobil sekarang dilengkapi dengan cup holder atau dudukan tempat pengendara meletakkan tempat minum di dalam kabin. Dengan dudukan itu, air minum tidak mudah tumpah serta pengendara tidak kesulitan jika ingin menjangkaunya. Tapi Anda tetap harus berhati-hati

Sama seperti penggunaan telepon genggam, aktivitas pengendara saat menuangkan air ke dalam mulut juga berpotensi memecah konsentrasi. Bila lengah, sangat mungkin memicu terjadinya kecelakaan lalulintas di jalan raya. Minumlah pada saat kondisi benar-benar aman. Akan lebih baik lagi bila aktivitas menuangkan air ke dalam mulut dilakukan saat mobil tidak berjalan (diam), misalnya saat lampu merah, di tengah-tengah kemacetan atau saat berada di antrian pintu tol. Bila memang sangat haus, menepilah agar dapat minum dengan santai dan konsentrasi berkendara tidak terganggu. 2.

Tempat minum yang tidak perlu dibuka-tutup akan jauh lebih membantu pengendara bila ingin minum. Cari dan pilihlah wadah yang cara minumnya menggunakan sedotan dan tempatkan di dalam kabin.

Selain itu, letakkan tempat minum di lokasi yang mudah dijangkau, tidak menghalangi pengemudi dalam mengontrol jalan maupun dashboard. Jangan pula meletakkan wadah minuman di lokasi yang terkena paparan sinar matahari untuk mencegah perubahan fisik maupun kimia larutan dalam tempat minum.

Sumber : liputan6.com

Boleh Tidur di Mobil, Asal... - 12/04/2011
Mengantuk saat mengendarai mobil sangat berbahaya. Bila kemudi tidak mungkin diserahkan kepada orang lain, sementara mata kita benar-benar sudah tak tahan untuk melihat kondisi jalan, lebih baik istirahat saja sejenak.

Istirahat atau tidur di mobil juga bisa menjadi langkah cerdas dalam mengatasi kondisi jalan yang sering dilanda macet. Daripada mobil terjebak antrian panjang, lebih baik keluar dari jalur sejenak, dan menepi di tempat aman. Bahan bakar bisa lebih hemat, kita pun dapat memanfaatkan waktu untuk sekadar membaca-baca atau bahkan tidur di dalam mobil.

Namun, jangan asal tidur di mobil. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Pertama, carilah tempat parkir yang aman. Letak yang paling tepat adalah yang jauh dari ancaman aksi kriminalitas. Pilih lokasi yang tidak terlalu sepi, minimal lokasi yang membuat pelaku kriminal berpikir ulang bila hendak berbuat jahat terhadap kita maupun mobil kita.

Kedua, Setelah menemukan tempat yang tepat, jangan lupa mengaktifkan rem tangan saat parkir. Hal ini perlu kita lakukan supaya mobil tidak bergeser pada saat kita tertidur di dalamnya.

Ketiga, matikan mesin mobil. Jangan meniru sikap salah yang masih sering dilakukan pengendara yang ingin tidur di mobilnya, dengan tetap menyalakan mesin karena ingin mengaktifkan AC. Sebab, mesin yang hidup bisa membahayakan, terutama bila ada gas buang yang masuk ke dalam kabin. Seperti kita ketahui, gas buang mengandung karbonmonoksida (CO). Polutan ini tidak menimbulkan bau, tidak kasat mata dan bila terhirup akan membuat tubuh lemas, tidur terasa lebih pulas. Yang lebih mengerikan, bila terhirup dalam jumlah yang sangat banyak, bisa mengakibatkan kematian.

Keempat, untuk mengantisipasi suasana yang kurang nyaman karena AC mobil harus dimatikan, turunkan sedikit kaca mobil di posisi Anda tertidur. Tujuannya, sebagai celah untuk membantu sirkulasi udara dari dalam dan luar kabin. Hati-hati, celahnya tidak usah terlalu lebar, untuk mencegah orang luar berbuat jahat terhadap kita maupun mobil kita. Tentu saja, pintu harus dalam posisi terkunci.

Kelima, atur posisi tidur senyaman mungkin, terutama dengan memperhatikan kesehatan tulang punggung. Ratakan semaksimal mungkin kursi agar punggung berada pada posisi lurus, tidak tertekuk dan punggung tidak menahan beban berlebihan.

Terakhir, supaya tidur di mobil tidak memakan waktu lama, jangan lupa mengaktifkan alarm supaya kita terbangun pada waktu yang telah kita rencanakan.

Sumber : Liputan6.com

Merawat Velg Mobil Anda Agar tetap Kinclong - 11/04/2011
Meski kerap bersentuhan dengan debu dan tanah, ban dan velg tetap menjadi bagian penting yang mempengaruhi tongkrongan mobil Anda. Velg yang kotor dan kusam pasti akan mengurangi penampilan eksterior.

Karena itu perawatan ban dan velg musti dilakukan. Caranya, Jangan mencuci mobil yang baru selesai dikendarai, karena velgnya pasti masih panas dan jika terkena air akan menimbulkan jamur. Tunggulah beberapa saat sampai velgnya dingin.

Sebelum membersihkan velg dan ban, bersihkan dulu ruangan dalam fender/spatbor agar kotoran yang menempel tidak jatuh mengotori ban dan velg.

Saat memberihkan velg, gunakanlah shampo mobil dengan spon yang bersih dan lembut. Gunakan kuas untuk membersihkan bagian sudut yang sulit dijangkau. Bisa juga memakai sikat gigi bekas.

Khusus velg berkrom, sebaiknya gunakan cairan khusus krom untuk memperawet lapisan krom dan menjaga kilapnya. Namun jika tak ada cairan khusus krom, bisa gunakan sabun cuci piring cair untuk mengangkat noda minyak pada lapisan krom.

Jika terdapat noda bekas aspal, bersihkan dengan cairan tar remover, bisa juga menggunakan minyak kayu putih, namun harus langsung dibilas dengan sampo mobil agar tak merusak cat. Hindari juga menggunakan bensin karena dapat merusak cat.

Setelah iitu, keringkan dengan chamois atau lap micro fiber. Gunakan wax khusus untuk permukaan krom, atau yang lebih murah taburkan bedak pada permukaan yang berlapis krom lalu gosok dengan lap bersih untuk mempertahankan kilaunya.

Untuk ban, siram dengan air bersih dan disikat untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Setelah itu gunakanlah semir ban secukupnya untuk mengembalikan warna hitam seperti baru.

Sumber : Liputan6.com

237979






Your Shopping Cart currently empty.
Click here to start shopping.
Clear Shopping Cart
Home   •   About Us   •   Products   •   News   •   Download   •   Service   •   Network   •   Contact

Copyright © 2018 VARIA BARU. All Rights Reserved. design by : www.sapulidi.com